Nama lengkap saya R. Ami Atmalia

Saya biasa dipanggil Ami atau Amoy🙂

Tempat lahir saya di Cianjur tanggal 1 Juli 1992

Sekarang saya kuliah di Universitas Padjadjaran di Fakultas yang Saya cintai yaitu Fakultas Keperawatan

Saya berasal dari Cianjur tetapi sejak SD saya tinggal di Bandung

Sekarang saya tinggal di Jalan Ciledug, Cimaragas Panday Rt/Rw 01/03, Cilawu, Garut


E-mail saya ami.atmalia@gmail.com

 

 


Hukum KB Menurut Islam

 

Seyogyanya bagi kaum msulimin untuk memperbanyak keturunan sebanyak mungkin, karena hal itu adalah perkara yang diarahkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya.

“Artinya : Nikahilah wanita yang penyayang dan banyak anak karena aku akan berlomba dalam banyak jumlahnya umat” [Hadits Shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud 1/320, Nasa’i 2/71, Ibnu Hibban no. 1229, Hakim 2/162, Baihaqi 781, Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah 3/61-62]

Dan karena banyaknya umat menyebabkan (cepat bertambahnya) banyaknya umat, dan banyaknya umat merupakan salah satu sebab kemuliaan umat, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika menyebutkan nikmat-Nya kepada Bani Israil.

“Artinya : Dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar” [Al-Isra’ : 6]

“Artinya : Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu” [Al-A’raf : 86]

Dan tidak ada seorangpun mengingkari bahwa banyaknya umat merupakan sebab kemuliaan dan kekuatan suatu umat, tidak sebagaimana anggapan orang-orang yang memiliki prasangka yang jelek, (yang mereka) menganggap bahwa banyaknya umat merupakan sebab kemiskinan dan kelaparan. Jika suatu umat jumlahnya banyak dan mereka bersandar dan beriman dengan janji Allah dan firman-Nya.

“Artinya : Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya” [Hud : 6]

Maka Allah pasti akan mempermudah umat tersebut dan mencukupi umat tersebut dengan karunia-Nya.

Berdasarkan penjelasan ini, jelaslah jawaban pertanyaan di atas, maka tidak sepantasnya bagi seorang wanita untuk mengkonsumsi pil-pil pencegah kehamilan kecuali dengan dua syarat.

[a] Adanya keperluan seperti ; Wanita tersebut memiliki penyakit yang menghalanginya untuk hamil setiap tahun, atau, wanita tersebut bertubuh kurus kering, atau adanya penghalang-penghalang lain yang membahayakannya jika dia hamil tiap tahun.

[b] Adanya ijin dari suami. Karena suami memiliki hak atas istri dalam masalah anak dan keturunan. Disamping itu juga harus bermusyawarah dengan dokter terpercaya di dalam masalah mengkonsumsi pil-pil ini, apakah mmakaiannya membahayakan atau tidak.


Jika dua syarat di atas dipenuhi maka tidak mengapa mengkonsumsi pil-pil ini, akan tetapi hal ini tidak boleh dilakukan terus menerus, dengan cara mengkonsumsi pil pencegah kehamilan selamanya misalnya, karena hal ini berarti memutus keturunan.

Adapun point kedua dari pertanyaan di atas maka jawabannya adalah sebagai berikut : Pembatasan keturunan adalah perkara yang tidak mungkin ada dalam kenyataan karena masalah hamil dan tidak, seluruhnya di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jika seseorang membatasi jumlah anak dengan jumlah tertentu, maka mungkin saja seluruhnya mati dalam jangka waktu satu tahun, sehingga orang tersebut tidak lagi memiliki anak dan keturunan. Masalah pembatas keturunan adalah perkara yang tidak terdapat dalam syari’at Islam, namun pencegahan kehamilan secara tegas dihukumi sebagaimana keterangan di atas.

Adapun pertanyaan ketiga yang berkaitan dengan ‘azal ketika berjima’ tanpa adanya sebab, maka pendapat para ahli ilmu yang benar adalah tidak mengapa karena hadits dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu.

“Artinya : Kami melakukan ‘azal sedangkan Al-Qur’an masih turun (yakni dimasa nabi Shallallahu ‘alihi wa sallam)” [Hadits Shahih Riwayat Abu Dawud 1/320 ; Nasa’i 2/71, Ibnu Hibban no. 1229, Hakim 2/162, Baihaqi 781, Abu nu’aim dalam Al-hilyah 3/61-62]

Seandainya perbuatan itu haram pasti Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarangnya. Akan tetapi para ahli ilmu mengatakan bahwa tidak boleh ber’azal terhadap wanita merdeka (bukan budak) kecuali dengan ijinya, yakni seorang suami tidak boleh ber’azal terhadap istri, karena sang istri memiliki hak dalam masalah keturunan. Dan ber’azal tanpa ijin istri mengurangi rasa nikmat seorang wanita, karena kenikmatan seorang wanita tidaklah sempurna kecuali sesudah tumpahnya air mani suami.

Berdasarkan keterangan ini maka ‘azal tanpa ijin berarti menghilangkan kesempurnaan rasa nikmat yang dirasakan seorang istri, dan juga menghilangkan adanya kemungkinan untuk mendapatkan keturunan. Karena ini kami menysaratkan adanya ijin dari sang istri”.

 

http://hukmulislam.blogspot.com/2009/03/seputar-hukum-keluarga-berencana-kb.html

INI ADALAH KAMI … F. KEPERAWATAN UNPAD….

Program Studi Ilmu Keperawatan didirikan pada tahun 1994 berdasarkan SK Rektor Unpad No.145a/PT06H/Kep/C/94, yang diperkuat SK Dikti No.200/DIKTI/Kep/1998. Seiring dengan perkembangan dan tuntutan kebutuhan, Program Studi Ilmu Keperawatan yang tadinya berada di bawah Fakultas Kedokteran, disahkan menjadi Fakultas Ilmu Keperawatan pada tanggal 8 Juni 2005 berdasarkan Surat Keputusan Rektor Unpad No.1020/J06/Kep/KP/2005 dan persetujuan Dirjen Dikti No.1827/D/T/2005 tanggal 1 Juni 2005. Dengan demikian, Fakultas Keperawatan sah menjadi salah satu fakultas di lingkungan Universitas Padjadjaran. Pada tanggal 12 April 2009, melalui rapat senat Guru Besar Universitas Padjadjaran nama Fakultas Ilmu Keperawatan diganti menjadi Fakultas Keperawatan.

Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran (FKEP Unpad) sebagai pusat Pendidikan Tinggi Keperawatan tertua kedua di Indonesia dituntut untuk menghasilkan sumber daya manusia keperawatan yang berkualitas tinggi. Oleh sebab itu, FKEP berupaya menata dan mengelola segala sumber daya yang dimiliki serta mengembangkan diri sehingga menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di pasaran kerja nasional maupun internasional. Di samping itu, visi, misi, tujuan, sasaran dan strategi FKEP Unpad disusun berdasarkan kepada aturan-aturan pemerintah seperti Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, Undang-Undang Guru dan Dosen, HELTS (Higher Education Long Term Strategy 2003 – 2010) atau Strategi Jangka Panjang Pendidikan Tinggi, yang menekankan kepada daya saing bangsa, otonomi, dan organisasi yang sehat. FKEP Unpad juga merujuk pada visi dan misi Unpad dengan Pola Ilmiah Pokok “Bina Mulia Hukum dan Lingkungan” serta rencana strategis pengembangannya.

we love unpad ♥ ♫ ♥ ♫ ♥ ♫ ♥ ♫ ♥